fbpx
Kamis, November 30, 2023
27.7 C
Jakarta
Literasi Narasi Deduksi
Literasi Narasi Deduksi

Heboh Lebih dari 10 Tahun Wanita Renta ini Hidup di Gubuk, Luput dari Perhatian Pemkab Ciamis ?

Diksinasinews,co.id, Ciamis – Hidup sebatang kara di kampung orang dan dengan kondisi mengenaskan dialami oleh Sutiyem ( sekitar 80 tahun ) wanita renta yang mengaku berasal dari Kebumen Jawa Tengah. Sungguh mengejutkan, dengan letak yang terbilang berada di pusat kota Ciamis, Sutiyem menempati gubuk reyot disela kebun singkong yang terdapat pada area sekitar warung-warung samping Islamic Center Ciamis. Rabu, ( 08/03/2023 ).

Proses Evakuasi Mbok Sutiyem oleh Instansi Terkait
Proses Evakuasi Mbok Sutiyem oleh Instansi Terkait
Sutiyem tinggal di gubuk tersebut sudah cukup lama, menurut keterangan beberapa pedagang yang menghuni area warung, Sutiyem sudah tinggal di sana sejak lama sejak berdirinya jajaran warung yang mereka kelola yaitu sekitar 8 tahun yang lalu.

Iwan salah satu pedagang menyebutkan, sebelum menempati gubuk Sutiyem tinggal di gubuk sebelah barat area yang sebelumnya adalah pesawahan tersebut. Areal pesawahan tersebut adalah cikal bakal gedung perkantoran diantaranya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Pertanahan ( DPUPRP ) , Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ), Pengadilan Agama, Serta Tourist Information Center ( TIC ).

“Setelah berdiri gedung TIC gubuk mbok tiyem dipindahkan oleh pegawai TIC dan pindah kesini sampai sekarang” ungkap Iwan.

Sementara itu Heri ketua RT setempat menjelaskan jika segala pembiayaan pembuatan gubuk ditanggung oleh pihak TIC sedangkan pelaksanaan pembuatan dilakukan oleh pihaknya beserta warga.

“Pihak TIC membiayai proses pemindahan dan pembangunan gubuk untuk mbok tiyem” Ujar Heri.

Ade Deni Koordinator TKSK Kabupaten Ciamis
Ade Deni Koordinator TKSK Kabupaten Ciamis

Sementara itu Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK ) Kabupaten Ciamis Ade Deni pada saat proses evakuasi menyatakan jika pihaknya mendapat informasi tentang seorang wanita dengan usia lanjut yang menempati tempat tinggal kurang layak di wilayah Kelurahan Kertasari Kecamatan Ciamis langsung meluncur menuju Lokasi.

Bersama Deni tampak beberapa perangkat negara antara lain dari Kelurahan, Babinsa Kecamatan serta pengurus RT/RW setempat untuk melakukan koordinasi terkait mbok Tiyem.

Deni melanjutkan jika pihaknya menyesalkan hal ini terjadi mengingat rentang waktu mbok Tiyem menjadi penghuni gubuk sudah sekitar 20 tahun kurang lebih.

Deni lebih lanjut menyebutkan bahwa pihaknya baru mendapatkan informasi terkait hal ini dan bertanya kenapa selama ini tidak ada laporan ke Dinsos.

“Pembangunan area perkantoran khususnya TIC sudah berlangsung sekitar 8 Tahun yang lalu, warung – warung pun bermunculan kemudian. Kenapa pihak TIC tidak melaporkan atau berkoordinasi dengan kami selaku dinas terkait?” ujar Deni mengungkapkan keheranannya.

Salah satu pedagang di lokasi Iwan menyebutkan jika mbok Sutiyem kesehariannya membersihkan area belakang warung berupa kebun singkong. Iwan dan rekan pedagang lain sering memberikan makanan buat mbok Sutiyem karena kasihan, namun mereka mengaku bingung harus melakukan tindakan atau laporan kemana.

“Kami suka kasih makanan, kasihan dia soalnya. Alhamdulillah ada pihak Dinsos yang perhatian” ujar Iwan.

Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil) sigap dengan laporan warga terkait ada warga Kebumen yang tinggal di Ciamis sudah 20 tahun lebih dan melakukan pemeriksaan data – data mbok Sutiyem.

Namun setelah berulang kali melakukan pemeriksaan sidik jari mbok Sutiyem, Kepala Seksi (Kasi) Identitas Penduduk, Aep Muflihudin, mengatakan jika hasilnya nihil.

“Kami tidak menemukan data terkait mbok Sutiyem, artinya beliau belum melakukan perekaman Kependudukan di daerah asalnya” ungkap Aep.

Aep melanjutkan kemungkinan mbok Sutiyem meninggalkan daerah asalnya sudah lebih 20 tahun, mengingat perekaman EKTP dimulai pada tahun 2012.

“Ketika sidik jari tidak terdaftar di database, berarti yang bersangkutan belum pernah melakukan perekaman sebelumnya” kata Aep.

Sampai berita diturunkan, mbok Sutiyem masih menempati gubuknya dan enggan dievakuasi oleh pihak terkait.

Kesulitan dalam hal komunikasi adalah kendala yang harus dihadapi oleh warga dan petugas untuk mengurus mbok Sutiyem.

Petugas Babinsa Mencoba Berkomunikasi dengan Mbok Sutiyem
Petugas Babinsa Mencoba Berkomunikasi dengan Mbok Sutiyem

Deni mewakili Dinsos serta Aep mewakili Disdukcapil dan beberapa perangkat terkait berjanji akan melakukan segala upaya untuk mengurus mbok Sutiyem.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinsos dan Disdukcapil Kebumen terkait mbok Sutiyem agar segera menemukan titik terang” kompak Deni dan Aep.

Literasi Narasi Deduksi

Paling Dibaca Minggu Ini

Paling Populer

Paling Dibaca Sepanjang Masa

Berita Terbaru

Panwaslu Kecamatan Cidolog Gondol Prestasi Gemilang di Jabar

Panwaslu Kecamatan Cidolog Sabet Penghargaan Bergengsi di Tingkat Jawa Barat

0
DiksiNasinews.co.id,Ciamis - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Cidolog menorehkan prestasi gemilang. Mereka, meraih penghargaan tingkat kedua dalam kategori Pengelola Media Sosial (Medsos) Panwascam...
Bawaslu Ciamis Gelar Rakor di Luar Kota, Kata Ketua Sudah Biasa

Bawaslu Ciamis Gelar Rakor di Luar Kota, Ketua: Sudah Biasa, Aktivis: Ini Tidak Layak!

0
DiksiNasinews.co.id, Ciamis - Dalam menghadapi tahapan kampanye Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ciamis telah menetapkan strategi pengawasan yang maksimal. Fokus utama...
SMAN 1 Ciamis Raih Prestasi Gemilang dalam Berbagai Bidang

SMAN 1 Ciamis, Kawah Candradimuka Siswa Pendulang Prestasi Membanggakan Tatar Galuh

0
DiksiNasinews.co.id, Ciamis - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ciamis, yang dijuluki sebagai kawah Candradimuka pemuda penerus bangsa di Tatar Galuh, mengukir berbagai prestasi...
Kasus HIV/AIDS di Ciamis Siaga 1, ada ODHA Tenaga Pendidik!

Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS di Ciamis, ada ODHA dari Tenaga Pendidik, Bupati: Lakukan Upaya...

0
DiksiNasinews.co.id, Ciamis - Penambahan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis masih menjadi perhatian serius, dengan jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODA) mencapai lebih dari 800 orang,...
Bantuan Insentif Tahun 2023 akan Dibagikan Untuk Guru non PNS

Kabar Gembira! Guru Non PNS Se Indonesia di Berbagai Tingkatan Akan Terima Bantuan Insentif...

0
DiksiNasinews.co.id, Jakarta - Sejumlah 67 ribu guru non PNS, melibatkan jenjang pendidikan dari PAUD hingga SMA, akan mendapatkan dorongan positif dari pemerintah berupa bantuan...
Literasi Narasi Deduksi
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!
Literasi Narasi Deduksi
- Advertisement -spot_img
error: Alert: hubungi admin ya kawan!!